Entry: SEMAYAMKU HARUS PADA PANGKAL CAHAYA Monday, June 05, 2006



Dia cahaya kemudian redup, yang lainpun cahaya kemudian redup

Hampir saja cahaya itu menguasai aku untuk berkata dialah cahaya

Tapi kemudian aku menyadari akulah yang harus berkata dialah cahaya

Dan bukan membiarkan dia untuk berkata akulah cahaya

Dalam diriku harus ku simpan sebuah cahaya agar ku bisa berkata dialah cahaya

 

Dalam dunia tak mungkin ada lebih dari satu cahaya, perhatikan dengan jelas kemana cahaya itu bersinar, jangan katakan dia cahaya jika dia hanya memantulkan cahaya

Tapi kemanapun cahaya itu bersinar, yakinkan dirimu untuk selalu ada di dekatnya

 

Jangan pernah merasa cahaya itu akan selalu bersinar pada tempat yang sama, kecuali tempat itu ada di pangkalnya, karena cahaya itu akan selalu beredar dan berputar untuk memenuhi panggilan ke mana pemuja cahaya berada

Penting bagimu untuk menuju dimana ujung cahaya itu berada, namun lebih penting bagimu untuk memahami dan merasakan dimana pangkal cahaya itu berada

 

Karena sering ku dapati teriakan lantang keluar dari prajurit cahaya yang telah redup, hanya karena dia telah kehilangan cahaya dalam dirinya, dan kuatnya ikatan cahaya redup itu pada dirinya

Ingat satu jalan untuk mendapatkan cahaya, bersemayamlah engkau di pangkal cahaya, dan berikan perjuanganmu untuk ujung cahaya

 

 

NB : Taklid buta adalah kawan setia dari kebodohan, tak selalu ada Tuhan dalam diri mahluk-Nya, pahami dekati, dan rasakan kehadiran Tuhan maka Dia akan menunjukan dimana Diri-Nya berada pada mahluk2-Nya. Janganlah sekali kali berjuang untuk mahluk Tuhan, tapi berjuanglah untuk Tuhan, pahami ceceran- ceceran jiwa Tuhan yang ada pada mahluk-Nya, tapi jangan jadikan mahluk-Nya itu Tuhan, Demi ALLAH sekali lagi ku katakan jangan jadikan mahluk-Nya itu sebagai Tuhan, karena kebenaran itu hanya milik Tuhan dan bukan milik mahluk-Nya, oleh karena itu janganlah kau berikan kesetiaan itu pada mahluk-Nya, tapi berikanlah kesetiaan itu pada Tuhan

 

Cibubur, 10 Jumadil awal H/ 6 June 2006 M

-ayoeng-

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments