Entry: Untuk Menembus Getah Thursday, April 20, 2006



 

Rasa ini adalah himpitan ketidakberdayaan

Kekesalan tanpa sebuah pelampiasan

Sedikit sekali di temui jernihnya embun yang akan memberi kesejukan

Karena embun itu sendiri telah menzinahi sebuah kejernihan yang menjadi  identitas kesejukannya

Apakah akan menjadi sebuah kesia-siaan belaka jika embun itu tidak mampu menjadi  jernih dan memberi kesejukan ?

 

Ingin rasanya dia menampilkan sisi putih dari dirinya

Tapi apa daya getah ini sudah menjadi bagian dari dirinya

Hanya sedikit harap semoga getah ini terbungkus  embun yang telah terzinahi

Tapi apakah mungkin akan menjadi putih? Embun itupun adalah embun yang telah terjinahi

 

Jangan salahkan dia, jika dia berkata itu adalah getah, entah karena benci kepada ketauannya akan getah atau benci karena getah itu pula lah yang telah menyelimuti dirinya, oh! kenapa getah ini sulit sekali untuk di tembus???

 

 

NB : Kejahatan yang sangat besar adalah berusaha menutupi kejahatan dengan topeng kebaikan, tapi bagaimanakah jika hal ini berawal dari suatu niat yang baik yang kemudian  juga melahirkan kejahatan di dalam topeng kebaikan ?

 

Nilai itu kita peroleh hanya pada 2 tempat yaitu hari kemarin dan hari ini, sedang hari nanti adalah sesuatu yang bebas nilai bagi kekinian diri kita, walaupun pada akhirnya sejarah hari nanti pun diri kita sendirilah yang akan menentukannya

 

Jadi hargailah sekecil apapun niat baik kita, jangan perdulikan hasilnya nanti yang wajib adalah usaha semaksimal mungkin, yang perlu sangat di perhatikan adalah lindungilah sekuat mungkin niat itu dari penyakit- penyakit hati.

 

Jangan biarkan niat baik itu menjadi lemah karena di takut- takuti oleh kajahatan,jadikan kebaikan menjadi suatu yang perkasa di atas kejahatan

 

Wallahua’lam

 Cibubur, 22 Rabiul Awal 1427 H/ 20 April 2006 M

-ayoeng-

 

 

 

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments