Entry: Kepicikan Radikalis Sebuah Topeng Saturday, March 25, 2006



Aku adalah manusia tanpa nama, karena namaku ada pada sejauh mana aku bisa menutupi diriku sendiri, dan bukan pada sejauh mana aku bisa menampakan diriku

 

Aku adalah manusia topengku sendiri, topeng yang memang telah banyak di kenakan semua manusia yang bertopeng, topengku adalah topeng kebodohan dari kebajikan diriku

 

Tak ada kata lelah aku dengan kehampaan identitas diriku, walaupun di dalamnya aku tak temukan diriku, yang ku temukan hanyalah sebersit senyuman dari teman bertopengku

 

Ada apa dengan duniaku? bagian mana yang salah dari duniaku? apa yang harus ku perbaiki dari duniaku?, dengan apa ku jawab semua pertanyaan semua itu, apakah bisa aku menjawabnya dengan aku yang mengenakan topengku?

 

Bagaimana aku akan  melangkah dengan tidak adanya pijakan di bawah kakiku? Apakah suatu kebenaran jika aku menunggu sekelompok manusia untuk kemudian memapah diriku, atau aku mengharapkan angin yang dengan tiba- tiba menghembusku dan mendorongku ke arah yang tak menentu ?

 

Dengarlah diriku! Ini adalah tangisan untukmu, di saat kau menikmati topengmu, terlihat jelas kebodohan dari dirimu

 

 

NB : Permasalahan klasik yang ada pada manusia adalah apakah esensi kemanusiaannya telah ada pada dirinya atau kah dirinya lah yang telah membentuk sendiri esensialitas dirinya melalui eksistensinya?

 

Dari pertanyaan ini ingin sedikit saya kaitkan dengan permasalahan yang ada pada umat Islam dewasa ini, apakah pada dasarnya umat Islam ini sudah mempunyai esensialitas akan identitasnya, ataukah umat Islam itu sendiri lah yang harus mencari esensialitas identitas dirinya?

 

Apakah Quran dan sunah yang merupakan esensialitas agama Islam yang akan menanamkan esensinya ke diri setiap umat ini atau kah umat Islam ini yang harus menanamkan esensi agamanya ini kedalam setiap dirinya?

 

Esensi Islam yang merupakan Quran dan Sunah merupakan kebaikan tertinggi dalam setiap sendi kehidupan, namun mengapa kebaikan yang tertinggi ini tidak mampu menjadikan umat ini menjadi umat yang mampu mencapai semua kebaikan yang ada dalam dunia ini?

 

Dan pertanyaan terakhir,...apakah kita umat Islam akan menikmati menggunakan topeng, atau kita akan bersegera melepaskan topeng- topeng kita untuk kembali ke identitas ke Islaman kita ?

 

Wallahua'lam

 

Cibubur, 26 Safar 1427 H / 26 Maret 2006 M

-ayoeng-

 

 

 

 

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments