Bismillahirrahmanirrahim Ass.wr.wb, salam revolusioners sahabat semua,............... Saya hanya ingin mencoba merefleksikan diri, setiap manusia butuh sebuah pengakuan untuk sebuah eksistensi dirinya, eksistensi yang timbul dari pandangannya akan dirinya, lingkungannya, terlebih lebih bila kontribusi itu membuahkan suatu makna yang positif. Manusia yang berefleksi adalah manusia yang menunjukan dirinya, tak terbatas berefleksi pada alam kasat, tapi lebih dari itu refleksi itu tembus pada alam metafisik, apalah arti hidup tanpa sebuah refleksi???
-ayoeng-
(ayoeng_coy@yahoo.com)


KOTAK TAMU AYOENG
   

<< October 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31







EKSPRESI SEMAYAMKU PADA PANGKAL CAHAYA



Obyek revolusi terbesar manusia adalah hawa nafsunya oleh karena itu awasilah selalu ia (20/06/05)

Semoga paradigma dan tingkah lakuku membangunkan aku dalam wujud Kekasihku (14/11/05)

Manusia besar adalah manusia yang selalu memupuk pengetahuan akan kebaikan dalam dirinya, dan menjadikan pengetahuannya akan kebaikan itu sebagai sebuah kendaraan yang ke mana saja dia akan berjalan (11/06/06)

Dengan penuh rasa takut ku berkata: “aku tidak ingin menjadi Tuhan di atas muka bumi ini….tapi dengan penuh rasa berani ku akan berkata :” aku ingin jadi wakil Tuhan di atas muka bumi ini” (23/03/06)

Kebebasan selalu di tandai dgn sebuah pergerakan yang komprehensif meliputi segala sendi diri dan jiwa….keutuhan dari sebuah diri kemanusiaan (5/04/06)

Semoga duniaku adalah sebuah ruang metamorfosis yang membuatku menjadi hamba yang lebih baik lagi (4/12/05)





Al-Hallaj


Al-Farabi


Al-Ghazali


Ibnu Sina


Jalaluddin Rumi


Malcolm-X


Hasan Al-Banna


Mumia Abu Jamal


Pangeran Diponegoro


Imam Khomeini


Muhammad Iqbal







  • Reni Imoet
  • Eni
  • Su9i
  • Chung
  • Inonk
  • Siti85
  • Winnie
  • Rinahayu
  • Olieds
  • Una
  • AlZrie
  • Yantia
  • Afreza Chaena
  • AlShahida





  • BIOGRAFI MUHAMMAD SAW
  • Dunia Pengetahuan
  • Ilmu Komputer
  • CyberMQ
  • Sound Of Nasyid
  • Downlod Nasyid
  • Dunia Nikah
  • Berita Era Moeslim
  • Dunia Sufistik
  • Ilmu Fiqh
  • Link Islam Terbaik
  • MQ Jakarta Blogger
  • MQ Yogya Blogger





  • Jumlah Pengunjung
    Free Website Counter
    Free Hit Counters






    Click here to join islam_revolusioners
    Click to join islam_revolusioners

    MySpace Layouts

    MySpace Layouts

    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



    rss feed


    Thursday, April 30, 2009
    Hi Guys

    Hi Guys!jika seorang muslim tua bercermin pada kaca syariah agama, maka yang akan tampil adalah seorang tua yang sibuk berzikir di pojok2 mesjid. Namun jika seorang muslim muda bercermin pada kaca syariah agama, maka yang akan tampil adalah seorang yang penuh dengan idealisme positif revolusioner, yang berjiwa independen dan penuh dengan semangat liberalitas. Syariah agama di adakan bukanlah untuk mengekang manusia, namun mengarahkan manusia menuju kepada independensial dan keliberalitasan itu sendiri. Jika kalian melihat pada orang muda yang berkutat pada dunia gemerlap, maka kalian akan melihat seorang yang telah terkukung pada tuntutan hawa nafsunya. Dan kunci kebebasannya ada di syariah agama. Puih...alhmd bisa keluarin unek2.

    Kantor, Jumat 1Mei 2009

    ayoeng 


    Posted at 06:26 pm by ayoeng
    Comments (3)  

    Monday, June 05, 2006
    SEMAYAMKU HARUS PADA PANGKAL CAHAYA

    Dia cahaya kemudian redup, yang lainpun cahaya kemudian redup

    Hampir saja cahaya itu menguasai aku untuk berkata dialah cahaya

    Tapi kemudian aku menyadari akulah yang harus berkata dialah cahaya

    Dan bukan membiarkan dia untuk berkata akulah cahaya

    Dalam diriku harus ku simpan sebuah cahaya agar ku bisa berkata dialah cahaya

     

    Dalam dunia tak mungkin ada lebih dari satu cahaya, perhatikan dengan jelas kemana cahaya itu bersinar, jangan katakan dia cahaya jika dia hanya memantulkan cahaya

    Tapi kemanapun cahaya itu bersinar, yakinkan dirimu untuk selalu ada di dekatnya

     

    Jangan pernah merasa cahaya itu akan selalu bersinar pada tempat yang sama, kecuali tempat itu ada di pangkalnya, karena cahaya itu akan selalu beredar dan berputar untuk memenuhi panggilan ke mana pemuja cahaya berada

    Penting bagimu untuk menuju dimana ujung cahaya itu berada, namun lebih penting bagimu untuk memahami dan merasakan dimana pangkal cahaya itu berada

     

    Karena sering ku dapati teriakan lantang keluar dari prajurit cahaya yang telah redup, hanya karena dia telah kehilangan cahaya dalam dirinya, dan kuatnya ikatan cahaya redup itu pada dirinya

    Ingat satu jalan untuk mendapatkan cahaya, bersemayamlah engkau di pangkal cahaya, dan berikan perjuanganmu untuk ujung cahaya

     

     

    NB : Taklid buta adalah kawan setia dari kebodohan, tak selalu ada Tuhan dalam diri mahluk-Nya, pahami dekati, dan rasakan kehadiran Tuhan maka Dia akan menunjukan dimana Diri-Nya berada pada mahluk2-Nya. Janganlah sekali kali berjuang untuk mahluk Tuhan, tapi berjuanglah untuk Tuhan, pahami ceceran- ceceran jiwa Tuhan yang ada pada mahluk-Nya, tapi jangan jadikan mahluk-Nya itu Tuhan, Demi ALLAH sekali lagi ku katakan jangan jadikan mahluk-Nya itu sebagai Tuhan, karena kebenaran itu hanya milik Tuhan dan bukan milik mahluk-Nya, oleh karena itu janganlah kau berikan kesetiaan itu pada mahluk-Nya, tapi berikanlah kesetiaan itu pada Tuhan

     

    Cibubur, 10 Jumadil awal H/ 6 June 2006 M

    -ayoeng-


    Posted at 08:15 pm by ayoeng
    Make a comment  

    Tuesday, May 30, 2006
    GEMURUH IMAN

    Kedahsyatan, gamuruh luar biasa atau apalah engkau di sebut wahai pemenuh seluruh relung hati, pembuat manusia luar biasa dengan dirinya, hinggapilah diri yang papa ini

     

    Atasmulah setiap manusia baru bisa barkata- kata akan dirinya, yang membuat mata ini mampu menampung apapun yang ada di hadapannya, yang membuat semua yang ada dalam kepala mampu berkata- kata kepada setiap yang di jumpainya, yang membuat tangan ini mampu merenggut apapun yang di ingininya

     

    Atasmulah darah bisa mengalir tanpa rintihan, atasmulah tangisan mampu mengalir dengan iringan senyuman, dan dengan sedikit bisikan lembutmulah ku mampu berkata dunia ini adalah duniaku, dunia yang harus di hiasi oleh ceceran –ceceran jiwa Tuhanku

     

    Atasmulah mataku terhindar dari kebutaannya, dan atasmulah telingaku bisa terhindar dari ketuliannya

     

    Ke sinilah, kasihanilah diriku, hantarkan aku, agar aku bisa melihat cinta pada penderitaan dan kebahagiaanku, dan agar aku bisa mendengar bait- bait kasih sayang atas semua apa yang di berikan Nya kepadaku

     

     

    NB: Marilah kita semua mengajak diri kita dan saudara2 kita di Yogya dan Jawa Tengah yang kini tertimpa berbagai musibah untuk melihat semua musibah saat ini dengan pandangan iman. Walaupun tenda, pakaian, obat2an, makanan merupakan kebutuhan2 yang sangat penting bagi saudara2 kita di sana saat ini, tapi insya allah iman ini juga merupakan hal yang tidak kalah pentingnya untuk kita sampaikan kepada diri kita dan juga saudara2 kita di sana agar dapat menjadikan semua musibah ini sebagai sebuah ibrah yang amat sangat berharga bagi diri kita semua, agar kita semua mampu merenggut mutiara2 hikmah di dalam setiap kedalaman samudera kehidupan yang kita jalani.

     

    Wallahualam

     

    Cibubur, 3 Jumadil Awal 1427 H/ 30 May 2006 M ( 3 Hari pasca tragedi gempa Yogyakarta dan Jawa Tengah).

     

    -ayoeng-

     

     

     

     

     


    Posted at 07:17 am by ayoeng
    Make a comment  

    Tuesday, May 16, 2006
    JANGAN PERNAH BERJANJI UNTUK SEBUAH PERASAAN, TAPI BERJANJILAH UNTUK SEBUAH KESETIAAN

    Ketika suatu hari saya hendak membersihkan kamar saya, kebetulan saya menemukan sebuah kotak yang lumayan usang di kamar saya, yang kotak itu berisi surat2 cinta sewaktu ABG ( cinta anak SMP sampe SMA lah, maklumlah ketika itu blm ada email2an spt skrng hehehe) sambil senyam senyum sendiri saya membaca surat2 cinta itu satu persatu dari wanita2 yg pernah hinggap di hati saya, kemudian saya coba mengingat ingat lagi kenangan2 dahulu ketika saya membaca pertama kali surat2 ini. Ternyata begitu berbedanya ttg apa yang saya rasakan dahulu dengan ketika saya membacanya sekarang. Dahulu saya bagitu menjiwai surat2 cinta itu hingga ketika saya menerima surat2 itu hati ini serasa berbunga dan tanpa terasa senyum bahagia pun lahir dari wajah ini, tapi ketika sekarang saya membaca surat ini rasanya begitu berbeda walaupun tetap tersenyum tapi senyum ini adalah senyum mentertawakan diri sendiri hehehe………sehingga dari sini saya belajar satu hal baru bahwa rasa cinta kepada manusia itu betapapun mendalamnya rasa cinta itu pasti akan menemui perubahan seiring berjalannya waktu, seperti syair lagu Iwan Fals yang begitu polos, jujur dan jauh dari kegombalan “ Seperti biasa aku tak sanggup berjanji, hanya mampu katakan aku cinta kau saat ini, entah esok hari, entah lusa nanti, entah….”. Inilah realitas cinta yang terjalin antar sepasang manusia jika kita semua mau berbicara jujur, dan ini bukan pembicaraan masalah setia atau tidak setia, karena hal ini masih terlalu jauh untuk mencapai pembahasan mengenai sebuah kesetiaan….….karena ketika kita berbicara tentang cinta maka disana hatilah yang berperan, dan seperti yang kita ketahui bersama betapa hati itu adalah sesuatu yang sangat labil dan rentan akan sebuah perubahan, jika dia di minta untuk berbicara tentang cinta, hari ini bisa  bicara cinta esok hari bisa bicara tentang benci, inilah fenomena yang terjadi dalam kamus percintaan.

     

    Cinta adalah sesuatu yang lahir dari ketertarikan kita akan sesuatu yang kita peroleh dari panca indera yang kita miliki yang kemudian rasa keterterikan itu memenuhi segenap pikiran yang ada di dalam diri kita, dan dari seringnya intensitas hal itu memenuhi  seluruh pikiran kita maka hati pun akan ikut berbicara ttg hal itu, dan dari hati inilah kemudian timbul sesuatu yang di sebut cinta,.

     

    Cinta menurut Gabriel Marcel membutuhkan sebuah rasa kebersamaan, sebuah ikatan “aku dan engkau” yang lepas dari persona individu, dan bukan ikatan “aku dan ia” yang sangat kental dgn aroma persona individualistis, sehingga untuk memperoleh rasa kebersamaan ini membutuhkan sebuah ikatan yang masing2 individu harus saling menghormati ikatan kebersamaan itu.

     

    Sampai sini harus kita garis bawahi bahwa cinta membutuhkan sebuah ikatan, dan ikatan inilah yang sesungguhnya secara hakikat yang harus kita cintai, karena dari kecintaaan terhadap ikatan inilah sebuah kelanggengan dari sebuah hubungan percintaan akan bisa terwujud sehingga dari kecintaan kita terhadap ikatan ini maka lahirlah cinta kita kepada obyek yang kita cintai. Kenapa harus ikatan itu yang harus kita utamakan utk di cintai ketimbang obyek cinta itu sendiri? Jawabnya adalah karena ikatan inilah yang menjadi  muara dari sumber kebahagiaan manusia yang bercinta, dan kebahagiaan adalah sumber utama untuk manusia mengambil segala tindakannya. Dan ikatan bukanlah sesuatu yang dapat lekang oleh perubahan ruang dan waktu,  sedang obyek cinta sebaliknya dia terpengaruh oleh ruang dan waktu sehingga rentan akan sebuah perubahan situasi percintaan. Maka dari itulah Baginda Rasul SAW mengatakan agar agama yang merupakan symbol ikatan pada diri seseorang di jadikan patokan utama dalam memilih pasangan ketimbang kecantikan, ketampanan, harta yang ini berarti adalah berasal dari sebuah obyek cinta

     

    Ikatan ini muncul dalam berbagai bentuk mulai ikatan di bawah panji Tuhan, ikatan darah, dll. Dan sebaik baik ikatan adalah ikatan yang di buat oleh ALLAH bagi setiap hambanya, jika ALLAH yang kita jadikan sebagai pengikat cinta kita maka segala apa pun yang ada dalam cinta kita maka akan bernilai ibadah, dan tidak ada kemulian cinta tertinggi selain dari orang yang saling cinta mencintai karena – NYA.

     

     Jadi ikatan inilah yang bisa kita andalkan untuk mempertahankan cinta kita, dan bukan cinta itu sendiri, karena cinta itu di hati dan kita tidak bisa memaksanya untuk selalu tetap pada posisi mencintai, karena suatu saat dia akan mencapai titik kejenuhan dan lalu berubah posisi, dan pada saat inilah sebuah ikatan akan berperan untuk mempertahankan sebuah cinta

     

    Oleh karena itulah dalam Islam sangat di tekankan untuk membuat sebuah hubungan yang sah secara syar’i dalam sebuah ikatan, karena dengan ikatan lah kita baru bisa menuntut apa itu yang di sebut sebagai sebuah kesetiaan

     

    Dan dalam dunia ini banyak sekali macam ikatan yang di gunakan untuk membangun sebuah cinta atau kebersamaan ini, dan pada dasarnya, dasar sebuah ikatan lahir dari sebuah pandangan individu manusia akan sebuah nilai kebahagiaan bagi dirinya, nah dari sinilah kita bisa mengukur sejauh mana kedekatan kita dengan ALLAH, apakah kita akan merasakan kebahagiaan cinta yang ada di JalanNya, atau kebahagiaan cinta kita rasakan ketika kita berada jauh dari JalanNya?

     

    Hal inilah yang pada dasarnya ingin saya sampaikan yaitu banyaknya pasangan yang menganggap sebuah kesetiaan adalah sesuatu yang suci, padahal kesetiaan tidaklah selamanya merupakan sesuatu yang suci, semua tergantung atas dasar apa kesetiaan itu berdiri, atas dasar kebaikan kah atau atas dasar kemaksiatan kah?

     

    Wallahua’lam

    Cibubur, 18 Rabiul Akhir H/ 16 May 2006 M

    -ayoeng-


    Posted at 10:08 pm by ayoeng
    Make a comment  

    Monday, May 01, 2006
    INDAH DAN NESTAPA CINTA

     

    Rasa cinta ini begitu mendalam, berbanding terbalik antara keindahan dan kenestapaan

    Jangan pernah menyangka kenestapaan akan membiarkan kau hidup bersama keindahan

    Indah cinta itu adalah sebuah kemerdekaan, sekalipun iblis bermain di dalamnya

    Indah itu adalah indah dari manapun ia tercipta

    Kepalsuan cinta tetaplah cinta yang dengannya keluarlah rasa indah dalam jiwa

     

    Tidak akan kubuang cinta ini sekalipun iblis ada di dalamnya, tapi akan ku simpan ia dalam- dalam agar ia terkukung dan terkekang

     

    Sayang ! Biarlah sejenak kucari wadah di mana cinta kita akan bersemayam di dalamnya, dengan penuh damai, tenteram, dan memperoleh hakikat kesejatiannya tanpa ada iblis di dalamnya

     

    Bayarlah kenestapaan ini dengan deraian air mata, sambil berharap deraian air mata ini pula yang akan mengiringi indahnya rasa cinta

     

    Dalam kesendirian diri dalam mihrab cinta, cinta itu senandungkan kata- kata

    Seringkali kenestapaanlah yang menumbuhsuburkan indahnya rasa cinta

    Sayang, sahabat, teman, musuh, manusia, iblis, dengarkan aku berkata tentang apa yang ku rasa “Berapa banyak lagi manusia yang menjadi perkasa dan layu karena cinta ?” itu akan terjawab semua manusia

     

    NB : Putih di tegaskan oleh hitam, kebaikan di tegaskan oleh kejahatan, kataatan di tegaskan oleh dosa, dan indah cinta di tegaskan oleh nestapa cinta

     

    Ciputat, 3 Rabiul Akhir H/ 1 Mei 2006 M

    -ayoeng-

     

     


    Posted at 05:25 am by ayoeng
    Make a comment  

    Saturday, April 22, 2006
    Percaya deh, aku bukan seorang yang anti emansipasi wanita loh :D

    Bismillahirrahmanirrahim

    Assalamualaikum wrwb sahabat semua………

     

    Ingin melanjutkan diskas di room tempo hari mengenai masalah kartini2 saat ini dan buah emansipasinya bagi kartini2 indonesia dewasa ini :P, yang mana sepertinya para kaum akhwat kurang bisa menerima pernyataan saya ttg isu gender yang menyelimuti masalah emanisipasi yang saya rumuskan itu…..hehehe, terutama mba wini neh :P

     

    Persamaan hak antara wanita dan pria dewasa ini sering di lihat dari sudut pandang dunia barat, yang jelas aturan persamaan hak tidak semuanya sama antara persamaan hak versi Islam dan persamaan hak versi barat. Persamaan hak versi barat adalah persamaan yang tanpa batas, dan di artikan secara mentah, karena persamaan hak itu memang buah pemikiran orang- orang barat, yang mereka notabenenya adalah manusia. Sedangkan persamaan hak versi Islam adalah persamaan yang memang di kondisikan pada seluruh aspek keadaan yang ada pada manusia itu, karena memang aturan ini adalah di turunkan langsung oleh Tuhan.

     

    Seperti kisah pada saat Nabi SAW masih hidup ketika Nabi sedang di kerumuni oleh para sahabatnya, kaum wanita yang di wakili oleh salah seorang sahabiah datang menemui Nabi untuk menyampaikan keluhan- keluhan para sahabiah yang mengatakan bahwa kaum sahabiah ingin menuntut keadilan. Kepada Nabi mereka mengatakan bahwa kaum wanita telah di perlakukan tidak adil dalam hal perjuangan dalam Islam ini, kaum laki- laki bisa terjun ke medan perang sehingga bisa mendapat kesempatan memperoleh pahala yang banyak dari perjuangannya itu, sedangkan pada saat yang sama kaum wanita hanya bisa menunggu rumah dan mengurus anak- anak dari para laki- laki, sehingga kaum wanita ingin menuntut persamaan hak dalam usahanya memperoleh pahala yang besar dalam peperangan, kemudian Nabi dengan bijaksana memberikan persamaan hak itu yaitu dengan mengatakan bahwa walau pun kaum wanita tidak bisa memperoleh pahala jihad itu dengan berperang, tapi ada jihad lain yang pahalanya sama persis dengan berperang yaitu mengurus rumah tangga, jadi dengan kata lain persamaan hak versi barat merupakan pemikiran yang hanya berlandaskan pada hal keduniawian dan tidak dengan menggunakan pemikiran menyeluruh kepada akibat yang akan di timbulkan dari adanya persamaan hak itu. Sedangkan persamaan hak versi Islam adalah aturan yang berasal dari Tuhan dan sangat mengkondisikan aturan itu bagi keadaan manusia.

     

    Banyak umat Islam dewasa ini melihat posisi wanita lebih rendah dari pria, padahal di mata Allah posisi wanita dan pria adalah sama hanya fungsinya saja yang berbeda, inilah sebuah proses "Manajemen kehidupan" yang di peruntukan bagi pria dan wanita, terkadang pemahaman yang salah tentang manajemen kehidupan ini menjadikan tema gender yang ada di dalam Islam sebagai kambing hitam dari semua ini. Seperti halnya tubuh kita posisi tangan dan kaki sama berharganya bagi kita, namun tangan dan kaki itu mempunyai fungsi yang masing- masing berbeda, tapi bukan berarti itu menandakan bahwa yang satu lebih tinggi atau lebih rendah dari yang lain, atau yang satu melakukan penindasan kepada yang lain. Hubungan pria dan wanita adalah hubungan yang bertindak sebagai penyempurna, saling melengkapi antara satu sama lain. Setiap pria dan wanita mempunyai fungsi "Primer" dan juga "Sekunder", primer adalah pria berfungsi untuk menghidupi keluarga, sedangkan fungsi primer wanita adalah melahirkan anak dan mengurus rumah tangga, tapi di samping itu juga ada fungsi sekunder, di sekunder wanita bisa berfungsi untuk menghidupi keluarga dan sebaliknya pria pun bisa untuk membantu mengurus rumah tangga, tapi fungsi sekunder ini dapatlah di lakukan jika fungsi primer tidak terabaikan. Kenapa harus mengurus rumah tangga di jadikan fungsi primer wanita?, wanita secara kodrati lebih mempunyai posisi yang tepat di sana (mengurus rumah tangga), seperti kaki mempunyai posisi yang tepat untuk berjalan, tapi jika kaki itu buntung maka tangan pun bisa di gunakan untuk berjalan, tapi tetap fungsi primer tangan untuk memegang sesuatu tidak terabaikan, jika di tanya kenapa fungsi primer kaki untuk berjalan ? maka pertanyaan ini sama dengan pertanyaan di atas, jawabannya adalah karena secara kodrati fungsi itulah yang membuat kehidupan ini menjadi teratur, bisa kita bayangkan bagaimana jadinya jika masing- masing organ tubuh berfungsi sesuai dengan keinginannya, yaitu jika tangan di gunakan untuk berjalan dan kaki untuk memegang sesuatu, walau pun hal ini bisa saja di lakukan, tapi hanya akan membuat ketidakteraturan dan hanya akan menyusahkan kehidupan manusia itu sendiri saja

     

    Rasulullah SAW pun suka mengerjakan pekerjaan rumah tangga, tapi beliau tidak pernah mengabaikan fungsinya untuk menghidupi keluarganya dengan berdagang atau dengan harta hasil dari rampasan perang. Sayyidatina Siti Fatimah Az-Zahra ra putri Rasulullah pun pernah mengerjakan pekerjaan menghidupi keluarga, yaitu ketika Sayyidina Ali kw sedang pergi berperang, sehingga Fatimah terpaksa mengambil air dari telaga yang cukup jauh perjalanannya, hingga sampai membekas pada punggungnya, namun fungsi sekundernya ini tidak sampai menjadikannya mengabaikan fungsi primernya yaitu mengurus rumah tangga.

     

    Tapi pada saat sekarang orang cenderung memandang "Manajemen kehidupan" ini sebagai suatu system hirearki, sehingga orang berusaha berontak dari system ini, dan menjadikan emansipasi wanita sebagai symbol bagi adanya perlawanan terhadap system hierarki ini, isu gender di jadikan sebagai symbol hegemoni kaum pria terhadap kaum wanita, sehingga beranggapan bahwa sebuah proses "Manajemen Kehidupan" ini di samakan begitu saja dengan sebuah pemasungan terhadap kebebasan yang di miliki oleh para kaum wanita, sehingga dengan begitu menajemen kehidupan ini pun harus di hapuskan dari syariat Islam.

     

               Yang juga ikut mewarnai pemikiran seseorang kontra terhadap "Manajemen Kehidupan" ini adalah banyaknya rasa kesulitan yang di timbulkan dari adanya "Manejemen Kehidupan" ini dalam segala aspeknya salah satunya adalah jilbab. Contoh : terkadang seorang muslimah ketika telah selesai melaksanakan fungsi primernya, lalu ingin mencoba melaksanakan fungsi sekundernya, namun pada saat sekarang fungsi sekunder itu sulit sekali di laksanakan jika seorang muslimah berpegang teguh dengan identitas kemuslimahannya yaitu jilbabnya. Tapi menurut saya dalam konteks masalah ini bukanlah jilbab yang harus di reduksi, melainkan seorang muslimah harus bisa memilah milih mana pekerjaan yang memang cocok untuk dirinya. Kemunduran umat Islam di segala bidang, menjadikan umat Islam terpojokan dan tertinggal, hampir semua lapangan usaha di kuasai oleh orang non muslim, atau seorang muslim yang berjiwa sekuler, sehingga tidak lagi memperdulikan hukum syariat Islam, di sinilah hal yang kemudian menjadikan jilbab terlihat seperti sebuah masalah. Seorang pengusaha selalu berkeinginan untuk menjadikan bawahannya sebagai bahan eksploitasi agar dapat meningkatkan pendapatannya, namun eksploitasi ini sering kali dengan tidak memperdulikan apakah ini baik ataukah buruk. Sering kali seorang wanita di jadikan sebagai alat penarik perhatian agar usahanya bisa mendapat perhatian lebih dari konsumen. Tidak lagi sebuah kelebihan- kelebihan yang berefek positif, seperti ketrampilan, atau kecerdasan yang di eksploitasi oleh atasan, melainkan kelebihan- kelebihan yang berefek negatif yang di eksploitasi oleh atasan, seperti: keindahan tubuh, kecantikan yang justru hal ini hanya akan merendahkan martabat dan kehormatan seorang wanita. Jika memang kelebihan- kelebihan yang berefek positif yang di ambil dari seorang wanita tentu jilbab tidak akan menjadi masalah, bagi seorang wanita yang ingin berkerja, tapi jika kelebihan- kelebihan yang berefek negatif yang di eksploitasi dari seorang wanita tentu saja jilbab akan menjadi masalah.

     

              Setiap manusia baik pria atau wanita pasti mempunyai kelebihan- kelebihan, baik yang berefek positif mau pun negatif, namun jika dunia ini ingin di hiasi dengan keteraturan, kebahagiaan, kedamaian, maka kelebihan- kelebihan yang berefek negatif harus di redam semaksimal mungkin, memang kelebihan manusia itu tergantung pada bagaimana dia memanfaatkannya, bisa positif bisa negatif, tapi jika kelebihan yang ada pada diri wanita dalam hal menarik perhatian pria, di manfaatkan untuk menarik perhatian pria yang bukan muhrimnya, maka akan selalu bernilai salah, karena hal ini hanya akan membangkitkan sisi negatif dari seorang pria, seperti yang sudah banyak di bahas bahwa pandangan seseorang terhadap lawan jenisnya sangat berpotensi untuk mengotorkan hati

     

    Wallahua'lam

    Cibubur, 25 Rabiul awal 1427 H/ 23 April 2006 M

    -ayoeng-

     

     


    Posted at 09:37 pm by ayoeng
    Make a comment  

    Thursday, April 20, 2006
    Untuk Menembus Getah

     

    Rasa ini adalah himpitan ketidakberdayaan

    Kekesalan tanpa sebuah pelampiasan

    Sedikit sekali di temui jernihnya embun yang akan memberi kesejukan

    Karena embun itu sendiri telah menzinahi sebuah kejernihan yang menjadi  identitas kesejukannya

    Apakah akan menjadi sebuah kesia-siaan belaka jika embun itu tidak mampu menjadi  jernih dan memberi kesejukan ?

     

    Ingin rasanya dia menampilkan sisi putih dari dirinya

    Tapi apa daya getah ini sudah menjadi bagian dari dirinya

    Hanya sedikit harap semoga getah ini terbungkus  embun yang telah terzinahi

    Tapi apakah mungkin akan menjadi putih? Embun itupun adalah embun yang telah terjinahi

     

    Jangan salahkan dia, jika dia berkata itu adalah getah, entah karena benci kepada ketauannya akan getah atau benci karena getah itu pula lah yang telah menyelimuti dirinya, oh! kenapa getah ini sulit sekali untuk di tembus???

     

     

    NB : Kejahatan yang sangat besar adalah berusaha menutupi kejahatan dengan topeng kebaikan, tapi bagaimanakah jika hal ini berawal dari suatu niat yang baik yang kemudian  juga melahirkan kejahatan di dalam topeng kebaikan ?

     

    Nilai itu kita peroleh hanya pada 2 tempat yaitu hari kemarin dan hari ini, sedang hari nanti adalah sesuatu yang bebas nilai bagi kekinian diri kita, walaupun pada akhirnya sejarah hari nanti pun diri kita sendirilah yang akan menentukannya

     

    Jadi hargailah sekecil apapun niat baik kita, jangan perdulikan hasilnya nanti yang wajib adalah usaha semaksimal mungkin, yang perlu sangat di perhatikan adalah lindungilah sekuat mungkin niat itu dari penyakit- penyakit hati.

     

    Jangan biarkan niat baik itu menjadi lemah karena di takut- takuti oleh kajahatan,jadikan kebaikan menjadi suatu yang perkasa di atas kejahatan

     

    Wallahua’lam

     Cibubur, 22 Rabiul Awal 1427 H/ 20 April 2006 M

    -ayoeng-

     

     

     


    Posted at 07:21 am by ayoeng
    Make a comment  

    Wednesday, April 12, 2006
    Sendu Rindu Kenikmatan

     

    Degupan dada ini, hangatnya kelopak mata ini, teduhnya hati ini, hingga meluaplah rasa rindu ini ya Rasulullah………..dalam butiran- butiran air mata ku katakan bahasa rindu ini, rindu yang sanggup melunakan onak- onak duri di jalan, atau rindu yang sanggup menjadikan hati ini serasa di belai oleh sentuhan manja dari sang kekasih, rindu yang sanggup menjadikan kebenaran adalah sebuah jalan yang lapang membentang dengan di sinari oleh cahaya kasih sayang, ……..

     

    Namamu yang selalu di hiasi indahnya bait- bait cinta dari para pecinta serasa menghujamkan rasa ini begitu dalam menembus pusara Cinta dalam hati ini, Cinta kepadamu membuat selubung lembut yang dengan manis menghantarkan irama cinta ke dalam CINTA………….

     

    Namamu adalah sebuah sendu kebenaran ya Rasulullah,…….sebuah penghantar nikmat rindu kepada nikmat rindu yang sangat besar….iya sangat besar, hingga besarnya aku melupakan apa itu rindu yang kecil……..Bayangan senyum di wajahmu ya Rasulullah adalah wajah sendu pada wajahku dan selalu akan begitu adanya, sebuah sendu rindu kenikmatan

     

    14 Rabiul Awal 1427 H/ 12 April 2006 M

    -ayoeng-


    Posted at 01:27 am by ayoeng
    Make a comment  

    Friday, April 07, 2006
    Mari Perdengarkan Dan Teriakan Kebebasan!!!

    Bismillahirrahmanirrahim

    Assalamualaikum wrwb, Salam Revolusioners sahabat semua…..

     

    Isu utama yang sering di jadikan dunia barat untuk mendiskreditkan dunia timur khususnya dunia Islam adalah isu tentang kebebasan, acapkali dengan menggunakan isu ini dunia barat memandang dunia Islam dengan pandangan mencibir seolah dia ingin berkata bahwa umat Islam adalah umat yang terbelakang dalam segi kemanusiaan, karena Islam telah membelenggu kebebasan manusia secara hak asasi.

     

    Dan di Indonesia pun isu tentang kebebasan tengah menghangat, seiring di adakannya UU anti pornografi dan larangan merokok di tempat2 umum, dan bagi yang kontra terhadap UU ini, UU ini di anggap sebagai sebuah belenggu kebebasan. Apakah arti kebebasan? Mengapa ia harus di adakan ?, atau mengapa ia harus di tiadakan?

     

    Esensi manusia menurut Sartre baru terlihat adalah ketika manusia itu di hadapkan pada sebuah pilihan dan dia harus memilih berdasarkan keinginan yang bebas yang ada di dalam dirinya, jadi mutlak menurut Sartre bahwa manusia baru akan mencapai hakikat kemanusiaan jika dia memang hidup dalam kebebasan.

     

    Nietszhe pernah berkata dengan sangat berani "Tuhan telah mati", kata2nya ini adalah efek dari pandangannya tentang arti dari kebebasan, karena menurutnya Tuhan atau agama adalah musuh paling nyata kebebasan dalam kehidupan manusia, dan manusia menurutnya tidak akan mendapatkan kebebasan selama dia masih mempunyai Tuhan.

     

    Namun lain halnya dengan Jaspers filsuf yang terkemudian dari Nietszhe, dia mengatakan bahwa manusia baru akan mencapai kebebasannya bilamana di dalam kehidupannya manusia mampu menghayati arti dari transendensi metafisik (agama).

     

    Dari pola pikir para filsuf tersebut bisa kita lihat bahwa ada 2 perbedaan mendasar dari para filsuf tersebut, yang pertama menganggap agama sebagai pembelenggu kebebasan, dan yang ke dua agama di anggap sebagai sarana mencapai kebebasan.

    Jika kita kembali pada contoh kasus di atas yaitu pornografi dan rokok, jelas sudah bahwa hal ini adalah hal yang di larang agama, namun apakah dengan larangan ini berarti agama telah membelenggu kebebasan manusia atau justru menyediakan sarana untuk membebaskan manusia…? Untuk memecahkan hal ini hal utama yang harus di ketahui adalah siapakah manusia?,

     

    Ada beberapa pendapat filsuf tentang konsep manusia, pertama Ibnu Sina, dia mengatakan untuk mendeteksi manusia tinggal memejamkan mata dan dengan begitu dia baru akan menyadari dirinya, atau Descartes yang mengatakan untuk mendeteksi manusia adalah dengan menggunakan akal pikirannya "Aku berpikir maka aku ada", atau Marcel yang mengatakan untuk mendeteksi manusia dia harus menemukan "Tubuh yang merupakan tubuhku" artinya manusia yang menyadari tubuhnya, dari sini bisa di ambil kesimpulan bahwa hakikat manusia adalah sisi rohani dari kemanusiaannya itu.

     

    Jika seseorang merokok apakah dia telah memperoleh kebebasannya atau sebaliknya, jika di katakan dalam langkah dia memilih untuk merokok itu benar adalah sebuah kebebasan, namun ketika dia sudah sampai pada tahap merokok justru dia telah menciptakan sebuah belenggu baru bagi kebebasannya yaitu dia akan menjadi ketergantungan kepada rokok, dan itu adalah sebuah belenggu baru baginya. Atau pada hal pornografi, apakah dengan di larangnya hal yang berbau pornografi itu adalah sebuah belenggu kebebasan atau sebaliknya sebagai sarana penyedia kebebasan bagi manusia. Dalam sebuah penelitian tentang orang- orang yang ada di bawah pengaruh hal yang berbau pornografi di katakan bahwa semua hal mengenai pornografi efeknya adalah membuat seseorang menjadi pasif dan statis dalam kehidupannya karena dia hidup dalam sebuah utopi pikirannya, dengan begini bukankah seseorang justru telah membuat belenggu baru bagi kebebasannya.

    BERAPA BELENGGU LAGI YANG AKU TAK TAU BAHWA AKU TELAH TERBELENGGU OLEHNYA???

     

    Yang ingin saya katakan dalam jabaran ini adalah bahwa sebenarnya kebebasan yang anti kepada agama sebenarnya adalah sebuah kebebasan yang berasal dari kemauan jasmaniyah saja, yang kebebasan ini tidak akan sampai kepada sebuah titik kebebasan, namun justru akan membuat sebuah belenggu baru bagi kebebasan manusia itu sendiri. Dan sebaliknya kebebasan yang di tawarkan dalam perspektif agama adalah kebebasan yang di dasarkan pada sisi hakikat dari kemausiaan itu sendiri yaitu sisi kerohanian yang mendasari kebebasan jasmani, dari sisi inilah akan berujung pada hakikat dari sebuah kebebasan, kebebasan sejati, namun bukan sebuah kebebasan utopi dalam artian kebebasan hanya dalam hal sisi rohani, tapi kebebasan ini meliputi kebebasan manusia secara kemanusiaannya baik rohani mau pun jasmani, inilah hakikat dari kebebasan.

     

    Dalam hal ini ilustrasi yang bisa saya ajukan adalah seperti ketika seorang napi yang berdiri di antara pintu sel penjara dan pintu ke alam kebebasan, kemudian seorang sipir memerintahkan kepada si napi untuk melewati pintu alam kebebasan, namun si napi menolak dengan dalih dia telah bebas dan kebebasan haruslah di tandai dengan kebebasan dia untuk memilih lewat pintu mana dia akan berlalu, karena si sipir telah memerintah dia untuk melewati pintu alam kebebasan,maka menurut si napi jika dia mengikuti keinginan si sipir dia berarti bukan orang yang bebas, karena dia berada di bawah tekanan si sipir, sehingga dia lebih memilih untuk melalui pintu sel penjara, karena dengan begitu menurutnya dia telah memperoleh kebebasannya karena dia tidak mengikuti keinginan si sipir yang berarti dia tidak berada di bawah tekanan orang lain…sehingga di masuk ke dalam sel penjara atas dasar pikirannya tentang kebebasannya itu.

     

    Konsep nya tentang kebebasan sebenarnya hanya berujung pada sebuah belenggu kebebasan yang lain, karena belenggu dalam tahapan jasmaniyah tidak akan menemui titik kebebasan, dan hanya akan menemukan sebuah belenggu- belenggu kebebasan dalam bentuk yang lain, yang tidak akan pernah berakhir.

     

    Konsep kebebasan yang berdasar hanya kepada jasmaiyah inilah yang telah menjadi dasar pemikiran yang ada di barat, jadi konsep- konsep kebebasan yang di tawarkan oleh dunia barat adalah hanyalah sebuah belenggu- belenggu baru yang bertopeng kebebasan

     

    Konsep kebebasan yang hakiki semua di tawarkan hanya oleh agama yang Haq ini, semua aturan-aturan yang ada dalam agama ini hanya lah sebagai sarana agar manusia bisa mencapai kebebasan hakikat kemanusiaanya, semua aturan2 agama di jadikan ALLAH hanya sebagai sarana di mana manusia bisa memperoleh kebebasan yang hakiki, tidak lagi terbelenggu oleh hal jasmaniyah yang hanya akan menciptakan sebuah belenggu bagi manusia itu sendiri.

    OBYEK REVOLUSI TERBESAR MANUSIA ADALAH HAWA NAFSUNYA, OLEH KARENA ITU AWASILAH SELALU IA

     

    Marilah kita lihat betapa agama yang  Haq ini telah memberikan banyak jalan agar manusia mencapai kebebasannnya yang hakiki. Semua hukum yang ada di dalam agama ini memang telah di rancang sedemikian rupa untuk mencapai kebebasan ini.

     

    Hukum yang menjadi ciri khas dari umat ini adalah ibadah puasa dan shalat. Dimulai dari aturan puasa, walaupun puasa adalah milik berbagai agama, namun tipikal puasa yang di miliki umat Islam sangat lah berbeda dengan agama lain, yang mana puasa di sana di latih agar manusia mencapai kebebasan dari belenggu jasmaninya, bukan berarti kita tidak memperdulikan jasmani, dan lalu membelenggu jasmani itu seperti yang ada dalam beberapa agama lain, tapi dalam puasa ini yang ingin di capai adalah bagaimana jasmani ini bisa kita kendalikan dan tidak menjadi sebuah belenggu bagi diri kita sendiri, yang selalu memaksa kita untuk selalu mengikuti keinginannya.

     

    Dan yang kedua shalat. Max Horkheimer mengatakan bahwa manusia sekarang tanpa dia sadari telah membelenggu dirinya sendiri dengan rutinitas dia sehari2, kegiatannya sudah tersistematisir sedemikian rupa sehingga menjadikan manusia2 sekarang tidak ubahnya seperti sebuah robot yang sudah terprogram untuk menjalani kehidupannya, sehingga  manusia2 sekarang menjalani kehidupannya berdasarkan insting semata dan bukan berdasarkan akal budi yang menjadi ciri khas kemanusiaannya. Dalam shalat lah di temukan di mana agar manusia di dalam kehidupannya selalu di kontrol untuk selalu membangkitkan jiwa kemanusiaanya selama 5 kali sehari, agar manusia kembali memperoleh kebebasannya sebagai seorang manusia sejati.

     

    Subhanallah….inilah agama umat ini, agama yang menjanjikan kebebasan bagi semua pemeluknya, tak ada kebebasan sejati di luar kehidupan agama yang Haq ini…….

     

    AKU DALAM WUJUD KU

     

    Ketika ku pegang kunci ini ingin rasanya ku berkata sambil berteriak

    Hai ombak derulah aku, hai angin  hembuslah aku, hadapi aku

     

    Aku adalah Aku, yang sanggup hadapi semua yang menerpaku

    Panas dingin, pahit manis, semua sama di hadapan ku

     

    Tak ada lagi tabir yang sanggup menenggelamkan ku

    Wujud ku adalah aku, tak ada lagi penghilang keberadaanku

     

    Takkan ada ruang antara aku dan wujud ku

    Aku adalah wujudku yang sanggup hadapi semua yang menerpaku

     

    Wallahua'lam

    Cibubur,10 Rabiul Awal 1427 H/ 8 April 2006 M

    -ayoeng-

     


    Posted at 08:40 pm by ayoeng
    Make a comment  

    Saturday, March 25, 2006
    Kepicikan Radikalis Sebuah Topeng

    Aku adalah manusia tanpa nama, karena namaku ada pada sejauh mana aku bisa menutupi diriku sendiri, dan bukan pada sejauh mana aku bisa menampakan diriku

     

    Aku adalah manusia topengku sendiri, topeng yang memang telah banyak di kenakan semua manusia yang bertopeng, topengku adalah topeng kebodohan dari kebajikan diriku

     

    Tak ada kata lelah aku dengan kehampaan identitas diriku, walaupun di dalamnya aku tak temukan diriku, yang ku temukan hanyalah sebersit senyuman dari teman bertopengku

     

    Ada apa dengan duniaku? bagian mana yang salah dari duniaku? apa yang harus ku perbaiki dari duniaku?, dengan apa ku jawab semua pertanyaan semua itu, apakah bisa aku menjawabnya dengan aku yang mengenakan topengku?

     

    Bagaimana aku akan  melangkah dengan tidak adanya pijakan di bawah kakiku? Apakah suatu kebenaran jika aku menunggu sekelompok manusia untuk kemudian memapah diriku, atau aku mengharapkan angin yang dengan tiba- tiba menghembusku dan mendorongku ke arah yang tak menentu ?

     

    Dengarlah diriku! Ini adalah tangisan untukmu, di saat kau menikmati topengmu, terlihat jelas kebodohan dari dirimu

     

     

    NB : Permasalahan klasik yang ada pada manusia adalah apakah esensi kemanusiaannya telah ada pada dirinya atau kah dirinya lah yang telah membentuk sendiri esensialitas dirinya melalui eksistensinya?

     

    Dari pertanyaan ini ingin sedikit saya kaitkan dengan permasalahan yang ada pada umat Islam dewasa ini, apakah pada dasarnya umat Islam ini sudah mempunyai esensialitas akan identitasnya, ataukah umat Islam itu sendiri lah yang harus mencari esensialitas identitas dirinya?

     

    Apakah Quran dan sunah yang merupakan esensialitas agama Islam yang akan menanamkan esensinya ke diri setiap umat ini atau kah umat Islam ini yang harus menanamkan esensi agamanya ini kedalam setiap dirinya?

     

    Esensi Islam yang merupakan Quran dan Sunah merupakan kebaikan tertinggi dalam setiap sendi kehidupan, namun mengapa kebaikan yang tertinggi ini tidak mampu menjadikan umat ini menjadi umat yang mampu mencapai semua kebaikan yang ada dalam dunia ini?

     

    Dan pertanyaan terakhir,...apakah kita umat Islam akan menikmati menggunakan topeng, atau kita akan bersegera melepaskan topeng- topeng kita untuk kembali ke identitas ke Islaman kita ?

     

    Wallahua'lam

     

    Cibubur, 26 Safar 1427 H / 26 Maret 2006 M

    -ayoeng-

     

     

     

     


    Posted at 07:59 pm by ayoeng
    Make a comment  

    Next Page