Dia cahaya kemudian redup, yang lainpun cahaya kemudian redup
Hampir saja cahaya itu menguasai aku untuk berkata dialah cahaya
Tapi kemudian aku menyadari akulah yang harus berkata dialah cahaya
Dan bukan membiarkan dia untuk berkata akulah cahaya
Dalam diriku harus ku simpan sebuah cahaya agar ku bisa berkata dialah cahaya
Dalam dunia tak mungkin ada lebih dari satu cahaya, perhatikan dengan jelas kemana cahaya itu bersinar, jangan katakan dia cahaya jika dia hanya memantulkan cahaya
Tapi kemanapun cahaya itu bersinar, yakinkan dirimu untuk selalu ada di dekatnya
Jangan pernah merasa cahaya itu akan selalu bersinar pada tempat yang sama, kecuali tempat itu ada di pangkalnya, karena cahaya itu akan selalu beredar dan berputar untuk memenuhi panggilan ke mana pemuja cahaya berada
Penting bagimu untuk menuju dimana ujung cahaya itu berada, namun lebih penting bagimu untuk memahami dan merasakan dimana pangkal cahaya itu berada
Karena sering ku dapati teriakan lantang keluar dari prajurit cahaya yang telah redup, hanya karena dia telah kehilangan cahaya dalam dirinya, dan kuatnya ikatan cahaya redup itu pada dirinya
Ingat satu jalan untuk mendapatkan cahaya, bersemayamlah engkau di pangkal cahaya, dan berikan perjuanganmu untuk ujung cahaya
NB : Taklid buta adalah kawan setia dari kebodohan, tak selalu ada Tuhan dalam diri mahluk-Nya, pahami dekati, dan rasakan kehadiran Tuhan maka Dia akan menunjukan dimana Diri-Nya berada pada mahluk2-Nya. Janganlah sekali kali berjuang untuk mahluk Tuhan, tapi berjuanglah untuk Tuhan, pahami ceceran- ceceran jiwa Tuhan yang ada pada mahluk-Nya, tapi jangan jadikan mahluk-Nya itu Tuhan, Demi ALLAH sekali lagi ku katakan jangan jadikan mahluk-Nya itu sebagai Tuhan, karena kebenaran itu hanya milik Tuhan dan bukan milik mahluk-Nya, oleh karena itu janganlah kau berikan kesetiaan itu pada mahluk-Nya, tapi berikanlah kesetiaan itu pada Tuhan
Cibubur, 10 Jumadil awal H/ 6 June 2006 M
-ayoeng-
Posted at 08:15 pm by ayoeng