Degupan dada ini, hangatnya kelopak mata ini, teduhnya hati ini, hingga meluaplah rasa rindu ini ya Rasulullah………..dalam butiran- butiran air mata ku katakan bahasa rindu ini, rindu yang sanggup melunakan onak- onak duri di jalan, atau rindu yang sanggup menjadikan hati ini serasa di belai oleh sentuhan manja dari sang kekasih, rindu yang sanggup menjadikan kebenaran adalah sebuah jalan yang lapang membentang dengan di sinari oleh cahaya kasih sayang, ……..
Namamu yang selalu di hiasi indahnya bait- bait cinta dari para pecinta serasa menghujamkan rasa ini begitu dalam menembus pusara Cinta dalam hati ini, Cinta kepadamu membuat selubung lembut yang dengan manis menghantarkan irama cinta ke dalam CINTA………….
Namamu adalah sebuah sendu kebenaran ya Rasulullah,…….sebuah penghantar nikmat rindu kepada nikmat rindu yang sangat besar….iya sangat besar, hingga besarnya aku melupakan apa itu rindu yang kecil……..Bayangan senyum di wajahmu ya Rasulullah adalah wajah sendu pada wajahku dan selalu akan begitu adanya, sebuah sendu rindu kenikmatan
14 Rabiul Awal 1427 H/ 12 April 2006 M
-ayoeng-
Posted at 01:27 am by ayoeng