Bismillahirrahmanirrahim Ass.wr.wb, salam revolusioners sahabat semua,............... Saya hanya ingin mencoba merefleksikan diri, setiap manusia butuh sebuah pengakuan untuk sebuah eksistensi dirinya, eksistensi yang timbul dari pandangannya akan dirinya, lingkungannya, terlebih lebih bila kontribusi itu membuahkan suatu makna yang positif. Manusia yang berefleksi adalah manusia yang menunjukan dirinya, tak terbatas berefleksi pada alam kasat, tapi lebih dari itu refleksi itu tembus pada alam metafisik, apalah arti hidup tanpa sebuah refleksi???
-ayoeng-
(ayoeng_coy@yahoo.com)


KOTAK TAMU AYOENG
   

<< March 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31







EKSPRESI SEMAYAMKU PADA PANGKAL CAHAYA



Obyek revolusi terbesar manusia adalah hawa nafsunya oleh karena itu awasilah selalu ia (20/06/05)

Semoga paradigma dan tingkah lakuku membangunkan aku dalam wujud Kekasihku (14/11/05)

Manusia besar adalah manusia yang selalu memupuk pengetahuan akan kebaikan dalam dirinya, dan menjadikan pengetahuannya akan kebaikan itu sebagai sebuah kendaraan yang ke mana saja dia akan berjalan (11/06/06)

Dengan penuh rasa takut ku berkata: “aku tidak ingin menjadi Tuhan di atas muka bumi ini….tapi dengan penuh rasa berani ku akan berkata :” aku ingin jadi wakil Tuhan di atas muka bumi ini” (23/03/06)

Kebebasan selalu di tandai dgn sebuah pergerakan yang komprehensif meliputi segala sendi diri dan jiwa….keutuhan dari sebuah diri kemanusiaan (5/04/06)

Semoga duniaku adalah sebuah ruang metamorfosis yang membuatku menjadi hamba yang lebih baik lagi (4/12/05)





Al-Hallaj


Al-Farabi


Al-Ghazali


Ibnu Sina


Jalaluddin Rumi


Malcolm-X


Hasan Al-Banna


Mumia Abu Jamal


Pangeran Diponegoro


Imam Khomeini


Muhammad Iqbal







  • Reni Imoet
  • Eni
  • Su9i
  • Chung
  • Inonk
  • Siti85
  • Winnie
  • Rinahayu
  • Olieds
  • Una
  • AlZrie
  • Yantia
  • Afreza Chaena
  • AlShahida





  • BIOGRAFI MUHAMMAD SAW
  • Dunia Pengetahuan
  • Ilmu Komputer
  • CyberMQ
  • Sound Of Nasyid
  • Downlod Nasyid
  • Dunia Nikah
  • Berita Era Moeslim
  • Dunia Sufistik
  • Ilmu Fiqh
  • Link Islam Terbaik
  • MQ Jakarta Blogger
  • MQ Yogya Blogger





  • Jumlah Pengunjung
    Free Website Counter
    Free Hit Counters






    Click here to join islam_revolusioners
    Click to join islam_revolusioners

    MySpace Layouts

    MySpace Layouts

    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



    rss feed


    Saturday, March 25, 2006
    Kepicikan Radikalis Sebuah Topeng

    Aku adalah manusia tanpa nama, karena namaku ada pada sejauh mana aku bisa menutupi diriku sendiri, dan bukan pada sejauh mana aku bisa menampakan diriku

     

    Aku adalah manusia topengku sendiri, topeng yang memang telah banyak di kenakan semua manusia yang bertopeng, topengku adalah topeng kebodohan dari kebajikan diriku

     

    Tak ada kata lelah aku dengan kehampaan identitas diriku, walaupun di dalamnya aku tak temukan diriku, yang ku temukan hanyalah sebersit senyuman dari teman bertopengku

     

    Ada apa dengan duniaku? bagian mana yang salah dari duniaku? apa yang harus ku perbaiki dari duniaku?, dengan apa ku jawab semua pertanyaan semua itu, apakah bisa aku menjawabnya dengan aku yang mengenakan topengku?

     

    Bagaimana aku akan  melangkah dengan tidak adanya pijakan di bawah kakiku? Apakah suatu kebenaran jika aku menunggu sekelompok manusia untuk kemudian memapah diriku, atau aku mengharapkan angin yang dengan tiba- tiba menghembusku dan mendorongku ke arah yang tak menentu ?

     

    Dengarlah diriku! Ini adalah tangisan untukmu, di saat kau menikmati topengmu, terlihat jelas kebodohan dari dirimu

     

     

    NB : Permasalahan klasik yang ada pada manusia adalah apakah esensi kemanusiaannya telah ada pada dirinya atau kah dirinya lah yang telah membentuk sendiri esensialitas dirinya melalui eksistensinya?

     

    Dari pertanyaan ini ingin sedikit saya kaitkan dengan permasalahan yang ada pada umat Islam dewasa ini, apakah pada dasarnya umat Islam ini sudah mempunyai esensialitas akan identitasnya, ataukah umat Islam itu sendiri lah yang harus mencari esensialitas identitas dirinya?

     

    Apakah Quran dan sunah yang merupakan esensialitas agama Islam yang akan menanamkan esensinya ke diri setiap umat ini atau kah umat Islam ini yang harus menanamkan esensi agamanya ini kedalam setiap dirinya?

     

    Esensi Islam yang merupakan Quran dan Sunah merupakan kebaikan tertinggi dalam setiap sendi kehidupan, namun mengapa kebaikan yang tertinggi ini tidak mampu menjadikan umat ini menjadi umat yang mampu mencapai semua kebaikan yang ada dalam dunia ini?

     

    Dan pertanyaan terakhir,...apakah kita umat Islam akan menikmati menggunakan topeng, atau kita akan bersegera melepaskan topeng- topeng kita untuk kembali ke identitas ke Islaman kita ?

     

    Wallahua'lam

     

    Cibubur, 26 Safar 1427 H / 26 Maret 2006 M

    -ayoeng-

     

     

     

     


    Posted at 07:59 pm by ayoeng

     

    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry Home Next Entry